Header Ads

Seo Services

Mengapa Harus Tabayyun? Tulisan Ini Menampar..


Informasi hendaknya tidak ditelan mentah-mentah. Jangan sesekali kita menjual murah hati dan pikiran kita untuk suatu informasi sehingga bisa dengan mudah dicekoki dan disuapi.

Menghadapi informasi, jangan hanya copy-paste, lantas menyebarkannya dengan begitu enteng. Silahkan lakukan tabayyun ketika datang satu informasi, apalagi informasi yang meresahkan. Sebab bertabayyun sudah ada dasarnya dari Allah SWT:

ﺇِﻥْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﻓَﺎﺳِﻖٌ ﺑِﻨَﺒَﺈٍ ﻓَﺘَﺒَﻴَّﻨُﻮﺍ
Artinya:
Jika datang kepadamu orang fasiq dengan informasi, maka tabyyunlah.. (QS. Al-Hujurat:6)

Insyallah, kita tidak boleh takut untuk sedikit lelah dalam melakukan konfirmasi, cek dan ricek. Lelah kita akan menjadi ibadah. Dan Allah akan memberikan pahala bagi orang-orang yang mau berusaha dalam ketaatan.

Sungguh bahaya bila ada informasi palsu, lantas kita menyebarkannya tanpa tabayyun (konfirmasi kebenaran). Jika kita masih saja melakukannya, maka kita menjadi bagian dari orang-orang yang menyebar dusta. Apalagi bila informasi yang tidak benar tersebut dapat memicu permusuhan, pertikaian dan peperangan, selain dapat merugikan antar sesama manusia, murka Allah pun akan berada pada mereka yang menyebar dusta dan memicu kerusakan.

Kita tidak boleh sekali-kali langsung menyebarkannya suatu informasi sebelum melakukan tabayyun terlebih dahulu. Bertabayyunlah, apabila setelah bertabayyun kita mengetahui status informasi tersebut, maka renungkanlah. Jika informasi tersebut berisi kabar yang salah, jangan sekali-kali kita menyebarkannya.

Jika informasi tersebut berisi informasi yang benar, maka kita harus memiliki kepekaan membaca kondisi. Tanyakan dalam hati kita, "Apakah informasi tersebut bermanfaat untuk dibagikan atau tidak? Apakah informasi tersebut banyak maslahatnya atau sebaliknya?" Jika tidak ada manfaatnya dan malah menimbulkan madlarat, maka jangan sekali-kali untuk disebarkan. Sekali pun berita tersebut berisi fakta. Sungguh merugi tubuh ini dipergunakan untuk melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat bahkan madlarat.

Dan ketika kita masih belum mengtahui kepastian informasi meskipun sudah berupaya melakulan tabayyun, maka alangkah baiknya kita diam. Rasulullah SAW bersabda:

... فليقل خيرا او ليصمت
Artinya:
"...Hendaklah bicara kebaikan (kebenaran), atau cukuplah diam." (Hadits)

Sejatinya, informasi, apabila sudah disebar, sulit untuk ditarik kembali. Meskipun dilakukan upaya klarifikasi. Maka, manfaatkan setiap anggota tubuh kita, mata, hati, tangan dan kaki untuk senantiasa baik. Karena seluruhnya akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.

ﻭَ ﻻَ ﺗَﻘْﻒُ ﻣَﺎ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻚَ ﺑِﻪِ ﻋِﻠْﻢٌ , ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺴَّﻤْﻊَ ﻭَ ﺍﻟْﺒَﺼَﺮَ ﻭَ ﺍﻟْﻔُﺆَﺍﺩَ ﻛُﻞُّ ﺃُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻨْﻪُ ﻣَﺴْﺌُﻮﻟًﺎ
Artinya:
“Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS al-Isrâ :36).

Bertanggung jawablah atas informasimu. Jika informasimu bermanfaat, Allah akan membalas sekecil apapun kebaikannya. Dan jika informasimu tidak bermanfaat, bahkan merugiakan dan mengandung fitnah, maka Allah tidak akan tidur untuk menyalakan api murkanya. Naudzubillah.
__
Pondok Pesantren Mafazah, 27/09/17
Oleh: Ang Rifkiyal Robani
(Aktifis media, santri pondok pesantren dan mahasiswa pascasarjana)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.