Sambut Hari Santri, Ini Pesan Ketua STAI Darul Falah

Tanggal 22 Oktober menjadi salah satu hari besar Nasional bagi bangsa Indonesia. Sebab sejak tahun 2015 lalu, Presiden Joko Widodo sudah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Santri Nasional.

Kuatnya peran santri dan pesantren dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa menjadi salah satu pertimbangan mendasar adanya Hari Santri Nasional. Selain itu, eksistensi santri dan pesantren memang banyak mempengaruhi identitas kultur masyarakat di negeri ini.

Ketua STAI Darul Falah Bandung Barat, H. A. Saeful Mu'min saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (14/10/17) menyambut baik adanya Hari Santri Nasional. Ia menilai bahwa hari santri sebagai salah satu bentuk apresiasi untuk seluruh santri dan masyarakat muslim yang ada di Indonesia.

Menurutnya santri merupakan simbol ketaatan, ketekunan, kesederhanaan, kepahlawanan dan kepedulian. Di Indonesia istilah santri khusus disematkan bagi orang-orang yang belajar ilmu agama. Sebab di kalangan arab sendiri, istilah khusus seperti ini jarang ditemukan. Sebutan untuk orang yang menuntut ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum cenderung sama.


"Di (negara) kita, istilah santri merupakan istilah khusus yang disematkan bagi orang yang belajar ilmu agama, membedakan dengan orang yang belajar ilmu-ilmu umum. Ini menjadi ciri khas kultur keagamaan di negeri kita," ujarnya.

Ia berpesan kepada seluruh santri di manapun berada untuk tetap istiqomah mengaji, "Jangan berhenti jadi santri," lanjutnya.
**(rm)
Tags:
Reaksi:
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar