Header Ads

Seo Services

Mengenal Kapitalisme




Revolusi| Mediaoposisi.com- Kapitalisme adalah sebuah ideologi yang tegak atas dasar pemisahan agama dari kehidupan (sekulerisme). Kapitalisme bermula dari Eropa dan Rusia dimana raja dan kaisar Rusia menjadikan agama sebagai alat untuk memeras, menganiaya dan menghisap darah rakyat (teokrasi). Para pemuka agama dijadikan perisai untuk mencapai keinginan mereka.

Maka timbullah pergolakan sengit yang membawa kebangkitan bagi para filosof dan cendikiawan. Sebagian mereka mengingkari adanya agama sedangkan yang lainnya mengakui adanya agama, tetapi menyerukan agar dipisah dari kehidupan dunia.

Akhirnya, pendapat pemisahan agama dari kehidupan menjadi pendapat mayoritas yang disepakati. Sekulerisme tidak mengingkari agama, namun memisahkan nya dari kehidupan. Sekulerisme adalah akidahnya (asas), sekaligus sebagai qiyadah fikriyah (kepemimpinan ideologis).

 Abad sekulerisme membawa perubahan revolusioner tatanan  kehidupan di Eropa dan Rusia  dikenal sebagai revolusi industri di Inggris dan Revolusi Prancis di Paris.

Berdasarkan qiyadah fikriyah ini, pengembannya berpendapat bahwa manusia berhak membuat peraturan hidupnya. Mereka pertahankan kebebasan manusia yang terdiri dari kebebasan beraliran, berpendapat, hak milik, dan kebebasan pribadi.

Dari kebebasan hak milik, lahir sistem ekonomi kapitalis. Sistem ekonomi kapitalis merupakan perkara paling menonjol yang dihasilkan oleh akidah ideologi ini. Karena itu, ideologi tersebut dinamakan ideologi kapitalisme.

Dalam hal politik, demokrasi adalah model sistem politik yang dianut. Demokrasi berasal dari pandangan bahwa manusia berhak membuat peraturan (undang-undang). Menurut mereka rakyat  adalah sumber kekuasaan.

Rakyat lah yang membuat perundangan-undangan yang diwakilkan dalam bentuk dewan perwakilan rakyat. Maka, kerap sekali produk Undang-Undang dan kebijakan akan disesuaikan dengan kepentingan sekelompok orang.

Sekelompok orang tersebut adalah pemegang kekuasaan dan para pemodal. Kendali politik dan kekuasaan dalam ideologi  kapitalisme terdapat pada para pemilik modal.

Sebagaimana kapitalisme di barat mampu mempengaruhi elit kekuasaan (pemerintah) sehingga tunduk kepada para kapitalis (pemilik modal). Bahkan hampir-hampir dapat dikatakan bahwa para kapitalis lah yang menjadi penguasa sebenarnya di negara-negara yang mengemban ideologi ini.

Kapitalisme dalam pengaturan kepemilikannya diserahkan kepada akal manusia sehingga memunculkan prinsip liberalisme. Siapa yang memiliki modal dapat memiliki apa saja tanpa aturan yang membatasi. Maka, terjadi lah swastanisasi dan privatisasi kepemilikan umum (masyarakat) seperti sumber daya alam (SDA) oleh individu-individu atau korporasi.

Hasil implementasi kapitalisme di Indonesia dapat diindera dengan swastanisasi sumber daya alam misalnya migas. Berdasarkan tahun 2009 kepemilikan sumur-sumur minyak di Indonesia di dominasi oleh asing. Chevron memimpin dengan menguasai 44 %, kedua baru Pertamina & Mitra dengan porsi 16 %. Selebihnya menjadi rebutan perusahaan swasta lainnya. Dengan rincian 10 % Total E & P, 8 % Conoco Philip, 6 % Medco, 5 % CNOOC, 3 % Petrochina, 2 % British Petrolium, 2 % Vico Indonesia, 1 % Kodeco Energy dan 3 % yang lainnya.

Upaya liberalisasi migas oleh pemerintah sudah berlangsung sejak lama, ini ditandai dengan keluarkannya UU Migas No. 22/2001. Dalam sektor lain tidak jauh berbeda dengan gas, diprivatisasi oleh individu atau korporasi.

Padahal Rasul bersabda:

"Kaum muslimin berserikat di dalam tiga hal yakni air, padang rumput dan api" (HR. Ibnu Majah no.2463)

Air maksudnya adalah air yang melimpah seperti sungai, laut, mata air, dan air hujan. Kategori padang rumput adalah rumput yang tumbuh di padang rumput bebas,  hutan, dan tanaman liar di gunung atau pinggir jalan umum. Kategori api adalah panas bumi, gas, tenaga surya, api menyala, tambang dan pengaturan cahaya. Atas kepemilikan umum, maka haram harganya.

Namun, dalam sistem kapitalisme, semua itu dikesampingkan sehingga lahirlah UU penanaman modal asing yang memberikan jaminan kebebasan kepemilikan individu meskipun merampok hak masyarakat.


Thoriqoh (metode) penyebaran kapitalisme adalah penjajahan baik secara fisik, kebijakan, dan ekonomi. Penjajahan ekonomi dapat dilakukan dengan liberalisasi perdagangan melalui perjanjian-perjanjian kerjasama seperti ASEAN (Association of Southeast Asian Nations), AFTA (Asean Free Trade Area), APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation), NAFTA (North American Free Trade Agreement), EFTA (European Free Trade Association), Uni Eropa (European Union),MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), (Asian Development Bank),  ECC (European Economic Community), OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries), World Trade Organization, dan IMF (Internasional Monetary Fund).

Keberadaan kerjasama tersebut untuk mengukuhkan kapitalisme dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya bagi pemodal. Adanya kerjasama membuka pasar konsumsi bagi industri negara mercusuar kapitalisme dan merugikan negara pembebeknya.

Lebih lanjut dalam kapitalisme, para pemilik modal melakukan investasi lewat lembaga pasar modal (perbankan), dan menjerat negara lain dengan pemberian hutang  melalui IMF dan World Bank. Maka negara mercusuar kapitalisme yakni Amerika, Eropa, dll terus-terusan dapat melakukan hegemoni kepada  negara pembebek kapitalisme.

Demikian lah politik ekonomi kapitalisme yang kotor dan tamak. Sangat berbahaya jika ideologi ini dipakai oleh manusia.[MO/sr]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.