Header Ads

Seo Services

Atraksi Bela Diri Pengantar Maut


Oleh : Meltalia Tumanduk, S.Pi

Mediaoposisi.com- Pelepasan santri kelas IX MTS Al-Kholil Kelurahan Sambaliung, Kamis (03/05/2018) kemarin, berbuah duka. Pasalnya, momen yang dibalut atraksi bela diri dilindas mobil dari Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa itu, menyebabkan Rangga (16) meninggal dunia, dan hingga saat ini, peristiwa ini terus diselidiki jajaran Satreskrim Polres Berau.

Ditemui beraunews.com, Jumat (04/05/2018) malam, Pimpinan Pesantren Al-Kholil Ustadz Suhari Mustaji mengatakan, korban atas nama Rangga itu, bukanlah santri dari MTS yang dipimpinnya, melainkan anggota dari Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa Samarinda yang didatangkan oleh rekan-rekan Pagar Nusa Kabupaten Berau. (beraunew.com, 4/5/2018)
Video yang beredar terkait kasus diatas 6 anak sekolah tersebut baring diatas papan dengan posisi telungkup dan tangan dikepala. Kemudian mobil pik up berjalan diatas tubuh mereka. Menyaksikan video itu membuat napas sesak. Tubuh yang masih dalam proses pertumbuhan diuji coba dengan cara seperti itu.
Entah apa yang terpikir sampai melakukan atraksi yang membahayakan nyawa tersebut. Memang maut, kematian adalah kehendak Allah Swt dan hanya Allah yang tahu kapan ajal akan menjemput. Tetapi Islam melarang melakukan sesuatu yang menzholimi tubuh sendiri apalagi sampai membahayakan dan menghilangkan nyawa. Sebagaimana firman Allah Swt berikut :
“......Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”(QS. An-Nisa’ : 29)
Juga dalam hadist : “Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya telah AKU haramkan atas diri-KU perbuatan zhalim dan Aku jadikan ia diharamkan di antara kamu; maka janganlah kalian saling berbuat zhalim.” (HR Muslim)
Ilmu bela diri merupakan salah satu olahraga yang banyak diminati oleh para remaja. Bela diri ini memang dibutuhkan, tetapi bukan ilmu bela diri untuk membuat tubuhnya kebal terhadap apapun, seperti yang dilakukan dalam atraksi tersebut. 
Bela diri disini adalah bagaimana cara melawan atau membela diri dari lawan yang membahayakan atau bahkan mengancam nyawa. Ilmu bela diri tentu dibutuhkan bukan untuk dirinya sendiri, tetapi juga kelak dibutuhkan untuk membela agama, bangsa dan negaranya.
Tidak bisa dipungkiri masa menginjak remaja adalah masa-masa dimana menjadi masa pencarian jati diri. Oleh karena itu, anak akan sibuk dengan aktifitas dalam rangka pencarian jati dirinya. Anak akan mencoba mengikuti berbagai kegiatan yang ada disekitar lingkungannya baik rumah maupun sekolah. 
Sebagai orang tua menjadi pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya harus bisa membimbing anak dalam pencarian jati dirinya sesuai dengan fitrohnya sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. Orang tua harus tahu setiap kegiatan yang diikuti oleh sang anak baik disekolah maupun diluar sekolah. Bukan sekedar tahu saja kegiatannya, tapi juga harus tahu isi dari kegiatan yang diikuti anak.
Pada prinsipnya, remaja yang masih belum sepenuhnya mengenali diri sendiri akan mudah terpengaruh dengan orang-orang di sekitarnya. Bergaul di lingkungan teman-teman yang buruk bisa membuat mereka terjerumus dalam jati diri yang negatif, begitu pun sebaliknya. 
Maka sebagai orang tua kita harus menanamkan nilai-nilai keagamaan. Menyampaikan dan memberi contoh pada anak bahwa setiap aktifitas kita harus terikat pada Al-Qur’an dan Sunnah Raaulullah.
Sekolah sebagai patrner orang tua dalam mendidik anak juga harus menyediakan kegiatan yang bermanfaat bukan hanya untuk dunia tapi juga bermanfaat untuk akhirat anak didik mereka. Kegiatan yang membantu anak menemukan jati diri yang sebenarnya sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. 
Misal dalam bidang olahraga, dalam Islam olahraga adalah suatu yang disukai Allah dan Rasulullah, karena berolahraga bagian dari menjaga kesehatan tubuh agar kuat untuk beribadah kepada Allah Swt. Maka olahraga yang disunnahkan oleh Rasulullah adalah berkuda, berenang memanah. Rasulullah SAW. bersabda:
“Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang dan memanah.” (H.R. Sahih Bukhari dan Muslim)
Selain itu, pihak sekolah juga menanamkan sekaligus mengingatkan untuk selalu taat kepada perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangan-Nya. Tentu tidak cukup sampai orang tua dan sekolah, tetapi dibutuhkan peran pemerintah untuk memberikan aturan kepada sekolah agar menyediakan kegiatan yang bermanfaat untuk diri anak, sekolah, masyarakat dan negara.
Mari pemerintah, sekolah dan orang tua bekerja sama dalam mendidik generasi penerus bangsa ini agar menjadi generasi yang mulia dan terdepan dalam memimpin peradaban.[MO/sr]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.