Header Ads

Seo Services

Politisasi Masjid Bukan Masalah



Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Aneh bila membicarakan politik di Masjid, hal ini diamini oleh berbagai kalangan baik dari umat Islam maupun non muslim. Dalam pandangan Islam, politik turut diatur. Ulama kontemporer asal Palestina, Taqiyuddin An Nabhani dalam kitab Muqaddimah Ad-Dustur menjelaskan bahwa politik adalah ri’ayah asy-syu’un al-ummah dakhiliyyan wa kharijiyan (mengatur/memelihara urusan umat di dalam atau luar negeri).

Dari peneulusuran Mediaoposisi.com. para ulama berpendapat mengenai legalnya penggunaan masjid untuk hal hal politis,Imam Ghazali pun pernah secara tersirat menegaskan bahwa Islam mengatur perpolitikan dan bernegara.

Hasan al-Banna berpendapat orang yang beranggapan bahwa Islam tidak berurusan sama sekali dengan politik, atau sebaliknya politik tidak ada sangkut pautnya dengan agama, adalah suatu gagasan yang keliru

Dari kalangan ulama Indonesia, sosok M Natsir menegaskan bahwa Islam dan Politik tidak bisa dipisahkan.

Peran masjid sebagai pusat politik tak bisa dinafikan dalam khazanah keislaman, dikutip dari voa-islam.com, KH Cholil Ridwan menegaskan bahwa masjid dalam era Rasulullah menjadi pusat politik.

“Karena itulah kita buat Pengajian Politik Islam (PPI) yang salah satunya untuk mengembalikan fungsi masjid tersebut," ujar  Kiyai Cholil saat memberikan sambutan pada Tabligh Akbar Politik Islam (TAPI) ke-10 di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (4/11/2017).

PPI, lanjut Kyai Cholil,  ini memiliki tujuan agar umat Islam khususnya para ulama dan tokoh umat melek politik Islam. "Dan itu kita selenggarakan di masjid, untuk menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan. Dulu Nabi tidak pernah membangun kantor, tapi seluruh kegiatan negara Madinah dalam soal ekonomi, sosial, politik bahkan militer itu di masjid," tegasnya.

Anehnya, saat ini umat Islam justru terheran heran dengan pembahasan politik di dalam masjid. Bahkan ada yang mengecam seruan politisasi masjid.

Baru baru ini, tokoh reformasi Amien Rais menyerukan untuk menyisipkan politik di dalam masjid “Kita jangan kehilangan momentum. Ini baru jelang Pilpres. Ustazah kalau peduli negara, pengajian disisipi politik itu harus. Harus itu,” kata Amien saat berpidato pada acara tasyakuran Ustazah Peduli Negeri di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (24/4).

Ia lalu merujuk pada ayat 11 Surah Ar-Ra’d (Guruh), dan menyimpulkan isinya dengan tegas. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. We have to change ourselves.”

Lalu, untuk apa mempermasalahkan politisasi masjid kecuali orang tersebut berpaham sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) ?[MO]

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.